BEM se-Indonesia Gelar Demo Akbar 20 Oktober

Ilustrasi (Foto: Dok Okezone) 

Ilustrasi (Foto: Dok Okezone)

JAKARTA – Memasuki usia dua tahun kepemimpinan pemerintah Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)-Boediono kinerja pemerintah dinilai masih belum maksimal.

Aspek ekonomi, Hankam dan kesejahteraan menjadi barometer kurang optimalnya kinerja Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) II. Berangkat dari persoalan tersebut,
puluhan mahasiswa yang tergabung dalam BEM seluruh Indonesia, melakukan konsolidasi di depan Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta Pusat.

Tujuan mereka yakni mempersiapkan aksi besar-besaran pada 20 Oktober mendatang di depan Istana Merdeka. “Kami di sini untuk melakukan konsolidasi kampus-kampus BEM seluruh Indonesia untuk turun ke jalan sebanyak 3.000 orang dalam memperingati 2 tahun pemerintah SBY-Boediono,” ujar Koordinator BEM seluruh Indonesia Adhit, dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (29/9/2011).

Sebelumnya, para mahasiswa tersebut melakukan aksinya di Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta Pusat dengan membawa karangan bunga bertuliskan turut berduka cita.

Aksi ini sebagai cermin keprihatinan rakyat atas kegagalan pemerintah SBY-Boediono. Pemerintah telah dianggap gagal dalam mewujudkan kesejahteraan umum, dan memberikan perlindungan rakyat.

“Juga gagal mewujudkan pendidikan terjangkau dan berkualitas, bahkan SBY-Boediono dianggap gagal memberantas korupsi. Kami siap berdarah-darah pada aksi 20 Oktober tersebut. Dengan massa yang besar, demi kesejahteraan rakyat,” tutupnya.

http://news.okezone.com/read/2011/09…bar-20-oktober

Category: News  Leave a Comment

PERTOLONGAN PERTAMA PADA HEWAN KESAYANGAN

Pada saat tertentu mungkin pernah terjadi sesuatu menimpa hewan kesayangan yang dapat mencerderai bahkan mengancam keselamatan hewan kesayangan. Pada saat darurat, para pemilik hewan kadang-kadang panik, bingung dan tidak tahu langkah apa yang harus dilakukan untuk membantu hewan kesayangan sebelum hewan tersebut dibawa menuju klinik hewan atau dokter hewan. Padahal langkah pertolongan awal bagi hewan yang mengalami keadaan darurat sangat penting dan sangat menentukan bagi keberhasilan penyelamatan hewan selanjutnya di klinik hewan atau dokter hewan. Langkah-langkah pertolongan awal yang salah dapat memperparah kondisi hewan dan berakibat fatal bagi hewan sehingga saat tiba di klinik hewan atau dokter hewan kondisinya sudah sulit untuk tertolong.
Pertolongan Pertama Pada Hewan Kesayangan adalah langkah-langkah awal yang perlu dan segera dilakukan untuk membantu meringankan, mengurangi dan mencegah kerusakan organ yang lebih parah pada hewan yang mengalami keadaan darurat sebelum mendapat pertolongan dari tenaga professional (dokter hewan). 

Prinsip-prinsip dasar yang dapat dilakukan pada saat memberikan pertolongan pertama bagi hewan kesayangan, antara lain;

  • Bersikaplah tenang dan jangan panik, karena kepanikan akan menyebabkan langkah pertolongan tidak terarah. Tenangkan hati dan ambil nafas dalam-dalam.
  • Amati keadaan sekitar tempat kejadian, apakah aman bagi anda untuk mendekati dan memberikan pertolongan bagi hewan.
  • Periksa keadaan hewan, apakah hewan bisa bernafas? Pastikan jalan pernafasan terbuka dan tidak tertutup kotoran, darah, lendir atau benda yang lain. Amati, apakah ada perdarahan?
  • Lakukan pemindahan hewan dari tempat kejadian ke tempat yang aman untuk memberikan pertolongan lebih lanjut. Bila cedera parah, pindahkan dengan menggunakan kain kemudian angkat pada bagian ujung kain tersebut.
  • Lakukan pertolongan untuk mempertahankan kondisi hewan tetap bisa bernafas dan penghentian perdarahan sementara dengan penekanan pada bagian luka kemudian lepas lagi dengan interval 10 menit.
  • Segera bawa hewan ke klinik hewan untuk mendapat pertolongan dari tenaga profesiaonal (dokter hewan).

Beberapa contoh pertolongan pertama pada hewan kesayangan yang dapat dilakukan pada kasus-kasus darurat yang sering dijumpai, antara lain;

Kecelakaan Lalu Lintas

  • Bila hewan korban ada di tengah jalan, mintalah bantuan seseorang untuk mengatur lalu lintas pada saat akan mengambil hewan.
  • Pindahkan hewan ke tempat aman dengan kain kemudian angkat pada bagian ujungnya.
  • Periksa denyut jantung dan pernafasannya, pertahankan agar hewan benafas dengan lancar.
  • Bila diduga ada cedera tulang belakang, letakkan hewan pada papan dan ikat untuk membatasi geraknya. Gerakan yang berlebihan dapat memperparah kondisinya.
  • Segera bawa ke klinik hewan atau dokter hewan terdekat.

Hewan Tenggelam

  • Segera selamatkan hewan yang tenggelam dari dalam air.
  • Pegang kaki belakang hewan, kemudian angkat sehingga bagian kepala ada di bawah.
  • Goyangkan dari sisi satu ke sisi yang lain selama 20 detik untuk mengeluarkan cairan dari dalam paru-paru.
  • Baringkan hewan pada salah satu sisi, dengan posisi miring dan kepala lebih rendah.
  • Periksa denyut jantung dan pernafasannya, kemudian pertahankan.
  • Segera bawa ke klinik hewan atau dokter hewan.

Hewan Tersengat Hawa Panas
Hal ini sering terjadi pada hewan yang sedang bermain di lapangan terbuka yang panas dalam waktu lama. Kejadian ini ditandai dengan pernafasan yang cepat, tidak teratur, muntah-muntah dan tidak kuat berdiri.
Langkah pertolongan yang dapat dilakukan;

  • Bawa hewan ke tempat sejuk.
  • Bila hewan tidak sadar, lakukan tindakan untuk mengembalikan fungsi pernafasan dan fungsi jantung.
  • Ambil air dingin biasa dan basahi badan hewan dengan handuk.
  • Mintalah pertolongan dokter hewan.

Hewan Tersengat Hawa Dingin
Kejadian ini kebalikan dari kejadian diatas, yang ditandai hewan menekuk badan, bagian mukosa tampak pucat ( bibir, hidung, dan kelopak mata bagian dalam), jika diraba terasa dingin. Pertolongan yang dapat dilakukan;

  • Pindahkan hewan ke tempat yang hangat.
  • Gunakan botol yang diisi air hangat (37 C) yang dibungkus dengan kain.
  • Mintalah pertolongan dokter hewan.


Keluarnya darah dari satu atau dua lubang hidung bisa disebabkan oleh kecelakaan, jatuh atau pengaruh racun tertentu, atau karena suatu penyakit.
Pertolongan yang dapat dilakukan;

  • Bila perdarahan ringan, letakkan kantong es pada bagian hidung dengan posisi kepala lebih tinggi dari badan hewan. Perdarahan biasanya akan berhenti dalam waktu sekitar 5 menit.
  • Bila perdarahan berat, dapat dilakukan pertolongan seperti diatas. Bila perdarahan tidak kunjung berhenti, mintalah pertolongan dokter hewan.

Daftar Alamat FKH se-Indonesia

Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Syiah Kuala
Jln. T. Hasan Krueng Kalee No.4,
Darussalam, Banda Aceh 23111
Telp : 0651 – 51977
Fax : 0651 – 54208

Fakultas Kedokteran Hewan Institut Pertanian Bogor
Jln. Agatis, Kampus IPB Darmaga, Bogor 16680
Telp : 0251 – 629469, 629470, 629471
Fax : 0251 – 629459, 629460

Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gajah Mada
Jln. Olah Raga, Karang Malang,
Yogyakarta 55281
Telp : 0274 – 7480307
Fax : 0274 – 560861

Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Airlangga
Kampus C Unair, Mulyorejo, Surabaya 60155
Telp : 031 – 5993016, 5992785
Fax : 031 – 5993015

Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Udayana
Jln. Kampus Bukit Jimbaran
Denpasar, Bali 80364
Telp : 0361 – 701808
Fax : 0361 – 701808

Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Brawijaya
Jln. Veteran, Malang 65145
Jawa Timur

Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Wijaya Kusuma
Surabaya, Jawa Timur

Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Nusa Tenggara Barat
Kampus FKH Universitas Nusa Tenggara Barat
Jln. Tawak-tawak, Karang Sukun, Kota Mataram, NTB

SEDIKIT TENTANG DOKTER HEWAN

Dokter Hewan (veteriner) yaitu orang yang melakukan profesi di bidang kedokteran hewan, suatu bidang ilmu yang mempelajari kesehatan dan penyakit hewan, dalam hubungannya dengan kesejahteraan manusia.

 

Secara sederhana, tugas utama dokter hewan adalah menjaga kesehatan hewan dan mengobatinya bila hewan itu menderita sakit. Sedang dalam bidang yang lebih luas, dokter hewan juga bertugas untuk menjaga kesejahteraan hewan (animal welfare), meningkatkan produktivitas hewan, mengembangkan pengetahuan di bidang penyakit hewan serta menggunakannya untuk kepentingan masyarakat umum, dan masih banyak lagi sesuai dengan motto dokter hewan Indonesia: “Manusya Mriga Satwa Sewaka” yang artinya mengabdi bagi kesejahteraan manusia melalui dunia hewan.

Dokter hewan merupakan pekerjaan profesi

Suatu profesi tidak sama dengan pekerjaan-pekerjaan umum lainnya. Profesi (Latin: profesio = pengakuan) merupakan sebuah pekerjaan yang memerlukan keahlian khusus yang bila tidak dilaksanakan dengan sungguh-sungguh dapat mengancam keselamatan atau kesejahteraan manusia, baik langsung maupun tidak langsung. Oleh karena itu, seseorang diharuskan untuk mengikuti pendidikan sesuai standar nasional, dan mengucapkan sumpah tertentu, serta menempuh ujian untuk mendapatkan lisensi (izin khusus) untuk dapat melakukan pekerjaan profesinya.  Contoh profesi yang lain misalnya hakim, apoteker, dokter, pengacara, jaksa, dll.

Sebagai pekerjaan profesi, dokter hewan ada etikanya

Secara umum, etika (Yunani: ethos = yang biasanya dilakukan) yaitu ilmu tentang kesusilaan yang menentukan bagaimana patutnya manusia hidup di dalam masyarakat untuk mengetahui mana yang patut dilakukan dan yang tak patut dilakukan. Dalam konteks profesi, etika berarti segala nilai yang dianggap baik dan buruk untuk sebuah profesi dan menjadi batasan-batasan bagi para anggota profesi tersebut dalam hal tindakan, perilaku dan sikapnya dalam menjalankan profesinya.

 

Landasan Etik Kedokteran ada tiga yaitu

  • Sumpah Hippocrates (460-377 SM)
  • Deklarasi Genewa (1948) berupa sumpah dokter
  • International Code of Medical Ethics (1949)

 

Sedangkan untuk Kedokteran Hewan ditambahkan:

Deklarasi internasional tentang Kesejahteran Hewan (Animal Welfare)

Pecinta binatang wajib memahami Animal Welfare dan Five of Freedom sebagai keharusan dasar dalam memperlakukan hewan peliharaan. Five of Freedom merupakan pelaksanaan dari konsep kesejahteraan satwa (animal welfare) yang harus dipenuhi oleh setiap animal lovers (pencinta satwa) untuk memberikan kondisi lingkungan yang sesuai bagi binatang peliharaan.

Animal welfare atau kesejahteraan hewan adalah suatu usaha yang timbul dari kepedulian kita sebagai manusia untuk memberikan lingkungan yang sesuai untuk binatang. Tujuannya agar dapat meningkatkan kualitas hidup hewan peliharaan, khususnya yang terikat dan terkurung.

Prinsip kesejahteraan binatang ini sebenarnya berlaku untuk semua jenis binatang. Baik binatang yang hidup bersama manusia seperti hewan ternak, hewan kesayangan, hewan percobaan, binatang untuk kerja, dan binatang pertunjukkan. Bahkan berlaku juga untuk binatang yang hidup di alam liar.

Dalam Animal welfare dikenal Five of Freedom atau lima kebebasan yang harus dimiliki hewan peliharaan untuk dapat hidup layak dan normal. Five of Freedom yang dicetuskan oleh Inggris pada tahun 1992 itu terdiri atas;

  • Freedom from hunger and thirst.

Freedom from hunger and thirst atau bebas dari rasa lapar dan haus dilakukan dengan pemberian pakan (makanan dan minuman) yang tepat, proporsional, higienis dan memenuhi kandungan gizi sesuai kebutuhan masing-masing binatang.

  • Freedom from thermal and physical discomfort.

Freedom from thermal and physical discomfort atau bebas dari panas dan rasa tidak nyaman secara fisik dilakukan dengan menyediakan lingkungan, tempat tinggal, tempat istirahat dan fasilitas lainnya yang nyaman dan sesuai dengan perilaku hewan tersebut. Paling tidak hewan memerlukan dua tempat yang berbeda yakni tempat terbuka untuk beraktifitas dan tempat tertutup untuk beristirahat.

  • Freedom from injury, disease and pain.

Freedom from injury, disease and pain atau bebas dari luka, penyakit dan sakit dapat dilakukan dengan melakukan perawatan, tindakan untuk pencegahan penyakit, diagnosa penyakit serta pengobatan yang tepat terhadap binatang peliharaan.

  • Freedom to express most normal pattern of behavior.

Freedom to express most normal pattern of behavior atau bebas mengekspresikan perilaku normal dan alami dilakukan dengan penyediaan ruang dan kandang yang memadai dan fasilitas yang sesuai dengan perilaku alami hewan. Termasuk penyediaan teman (binatang sejenis) atau bahkan pasangan untuk berinteraksi sosial maupun melakukan perkawinan.

  • Freedom from fear and distresss.

Freedom from fear and distresss atau bebas dari rasa takut dan penderitaan dilakukan dengan memastikan bahwa kondisi dan perlakuan yang diterima hewan peliharaan bebas dari segala hal yang menyebabkan rasa takut dan stress seperti konflik dengan spesies lain dan gangguan dari predator.

SUMPAH HIPPOCRATES

“Saya bersumpah demi Apollo dewa penyembuh dan Aesculapius dan Hygeia, dan Panacea, dan semua dewa dan dewi, bahwa sesuai dengan kemampuan dan pikiran saya, saya akan mematuhi janji-janji berikut ini:

Saya akan memperlakukan guru yang telah meng-ajarkan ilmu ini dengan penuh kasih sayang sebagai-mana terhadap orang tua saya sendiri, jika perlu saya bagikan hartaku untuk dinikmati bersama, anaknya akan saya perlakukan sebagai saudara kandung saya, dan akan saya ajarkan ilmu yang telah saya peroleh dari ayahnya, kalau memang mereka mau mempelajarinya, tanpa imbalan apapun.

Saya juga akan meneruskan ilmu pengetahuan ini kepada anak-anak saya sendiri, dan kepada mereka yang telah mengikatkan diri dengan janji dan sumpah untuk mengabdi kepada ilmu pengobatan, dan tidak kepada hal-hal yang lainnya. Saya akan mengikuti cara pengobatan, yang menurut pikiran dan kemampuan saya akan membawa kebaikan bagi penderita tanpa tujuan yang buruk. Saya tidak akan memberikan obat yang mematikan kepada siapa pun meskipun diminta, atau menganjurkan kepada mereka untuk tujuan itu. Atas dasar yang sama, saya tidak akan memberikan obat untuk menggugurkan kandungan.

Saya ingin melewati hidup yang saya baktikan kepada ilmu saya ini dengan tetap suci dan bersih.

Saya tidak akan melakukan pembedahan sendiri, tetapi akan menyerahkannya kepada mereka yang berpengalaman dalam pekerjaan ini.

Rumah siapa pun yang saya masuki, kedatangan saya itu saya tujukan untuk kesembuhan yang sakit, dan tanpa niat-niat buruk ataupun membohongi, dan lebih jauh lagi tanpa niat memperkosa wanita atau pria, orang bebas atau pun budak.

Apapun yang saya dengar atau lihat, tentang kehidupan seseorang yang tidak patut disebarluaskan, tidak akan saya ungkapkan, karena saya harus merahasiakannya.

Selama saya tetap mematuhi sumpah saya ini, izinkanlah saya menikmati hidup dalam mem-praktekkan ilmu saya ini, dihormati oleh semua orang di sepanjang waktu. Tetapi jika sampai saya mengkhianati sumpah ini, balikkanlah nasib saya.”

 

Sumpah Hippocrates menjadi inti dari sumpah-sumpah Kedokteran dan Tenaga Medis yang dikenal dengan kalimat :

Primum non nocere” atau “Above all, do no harm

Di atas segalanya, jangan berbuat kerusakan

 

Berbeda dengan hukum yang sifatnya berlaku untuk umum, tertulis, dan dibuat oleh pemerintah. Etika hanya berlaku untuk kalangan profesi tertentu dan dibuat oleh organisasi profesi tersebut.

Sumpah Dokter Hewan

Dengan diterimanya diri saya masuk profesi kedokteran hewan, saya bersumpah :

  • Akan mengabdikan diri saya, ilmu pengetahuan dan keterampilan yang saya miliki kepada perbaikan mutu, peringanan penderitaan serta perlindungan hewan demi kesejahteraan masyarakat
  • Akan menggunakan ilmu pengetahuan dan keterampilan yang saya miliki berlandaskan perikemanusiaan dan kasih sayang kepada hewan
  • Akan memberikan pertimbangan utama untuk kesembuhan, kesehatan dan kesejahteraan pasien saya, kepentingan tertinggi klien dengan mempertaruhkan kehormatan profesi dan diri saya
  • Akan selalu menjunjung tinggi kehormatan dan tradisi luhur profesi Kedokteran Hewan dengan memegang teguh Kode Etik Profesi saya

Sumpah ini saya ucapkan dihadapan Tuhan Yang Maha Esa

From Dorothy Law Nolte, Ph.D

Jika anak dibesarkan dengan celaan, maka ia belajar memaki

Jika anak dibesarkan dengan permusuhan, maka ia belajar berkelahi

Jika anak dibesarkan dengan cemoohan, maka ia belajar rendah diri

Jika anak dibesarkan dengan penghinaan, maka ia belajar menyesali

Jika anak dibesarkan dengan toleransi, maka ia belajar menahan diri

Jika anak dibesarkan dengan pujian, maka ia belajar menghargai

Jika anak dibesarkan dengan dorongan, maka ia belajar untuk percaya diri

Jika anak dibesarkan dengan sebaik-baiknya perlakuan, maka ia belajar keadilan

Jika anak dibesarkan dengan rasa aman, maka ia belajar menaruh kepercayaan

Jika anak dibesarkan dengan dukungan, maka ia belajar menyayangi diri

Jika anak dibesarkan dengan kasih sayang dan persahabatan, maka ia belajar menemukan cinta dalam kehidupan

Category: Notes  Leave a Comment

mental sibuk, dari buku A.M. MANGUNHARDJANA S.J : Mengatasi hambatan-hambatan kepribadian; 1983

The Busy-GuyWaktu senggang ternyata tidak selalu diterima baik oleh setiap orang. Untuk sementara orang, waktu senggang itu malah manjadi beban dan menjemukan. Mereka tidak tahan. Tetapi juga tidak tahu untuk apa? Untuk membebaskan diri dari waktu senggang itu, mereka menyibukkan diri atau berpura-pura menyibukkan diri dalam kerja. Orang-orang yang mempunyai kesulitan dengan waktu senggang secara berlebih-lebihan mungkin sudah terkena mental sibuk, atau mental kuda beban. Mental sibuk disebut dengan nama kuda beban karena kuda beban pada hakekatnya menjadi binatang pekerja bagi kita. Demikian bagi kita, ada dan hidup kuda beban hanya berarti dalam konteks kerja dan kerja.

Orang dapat menjadi korban mental sibuk oleh berbagai sebab. Dapat karena ia mau menghindarkan diri dari problem-problem hidup yang menghimpitnya. Dapat karena ia mau melupakan pengalaman di masa lampau yang cukup pahit. Dapat juga karena ia tidak dapat berbuat hal lain kecuali bekerja. Hal-hal yang dikerjakan oleh orang-orang yang dikuasai oleh mental sibuk itu sendiri tidak sedikit yang membawa manfaat bagi orang banyak. Tetapi bagi mereka sendiri, manfaat dari hasil kerja tidak penting. Yang mereka cari dalam bekerja bukan nilainya. Yang mereka cari adalah kesibukannya, agar waktu mereka terisi, tidak kosong. Pokoknya sibuk. Dengan demikian bagi mereka, kerja sudah menjadi candu.

Masyarakat modern tidak sedikit telah ikut serta membentuk sikap dan lahirnya mental sibuk itu. Karena dalam masyarakat semacam itu sukses, prestasi, keberhasilan dijadikan nilai yang kelewat tinggi. Hidup hanya berarti kalau berprestasi. Manusia hanya berharga kalau produktif. Demikian terdorong oleh mentalitas ini, orang cenderung untuk lebih berhasil dalam bisnis daripada sukses dalam hidupnya. Orang lebih sibuk pada hal-hal yang mau diperoleh daripada memikirkan diri sendiri dan arah hidupnya. Orang menjadi lebih sibuk dengan berbagai kegiatan daripada mengisi hidup lewat usaha untuk menjawab pertanyaan untuk apa hidup di dunia ini?

Harus diakui bahwa sulitlah untuk menentukan apakah orang ini memang rajin atau terkena mental sibuk. Untuk membedakan orang yang rajin dan penderita penyakit mental sibuk, barangkali pengertian mengenai gejala-gejala umum yang menghinggapi mereka yang bermental sibuk dapat membantu. Orang-orang yang dikuasai oleh mental sibuk biasanya sulit untuk melepaskan diri dari kungkungan pekerjaan mereka, meskipun keadaan menuntut. Mereka menjadi sedih kalau mendapatkan liburan. Dan kalaupun mereka memanfaatkan waktu libur, mereka akan membawa serta pekerjaan mereka ke tempat liburan itu. Mereka cepat-cepat merasa bersalah, kalau kedapatan menikmati kesempatan relax sedikit saja. Mereka seolah-olah keranjingan untuk menghasilkan sesuatu, untuk berprestasi melebihi orang-orang disekitar mereka.

Bekerja memang merupakan perbuatan yang luhur. Dengan bekerja manusia memperkembangkan bakat dan kemampuannya; mendapatkan nafkah untuk hidupnya; mengolah dan memperindah alam ciptaan Tuhan; dan memberi sumbangan konkret kepada masyarakat. Namun dalam hidup ini bekerja lebih merupakan sarana daripada tujuan. Bekerja merupakan salah satu kegiatan dalam hidup daripada merupakan seluruh kehidupan. Kerja bukanlah satu-satunya kegiatan. Maka dikejar pada dirinya sendiri, kerja dapat lepa dari konteks hidup dan mempersempit cakrawala kehidupan sendiri. Kalau begitu, manusia malah berubah menjadi budak dari pekerjaannya. Dan bukan tuan yang menguasai dan mengarahkannya.

Demi perkembangan hidupnya manusia membutuhkan waktu senggang. Mesin, kuda beban, budak pun membutuhkan istirahat. Dalam waktu senggang itu, orang mempunyai kesempatan untuk memikirkan diri sendiri dan arah hidupnya. Dlam waktu senggang itu, orang dapat mengisinya dengan kegiatan-kegiatan yang berbeda dari kegiatan-kegiatan rutinnya. Dan justru karena kegiatan itu diambil tanpa target yang mesti tercapai, kegiatan itu terasa menghibur dan memuaskan. Maka tanpa kesediaan menerima waktu senggang secara sehat, ada bahaya bahwa orang menjadi sangat sibuk tetapi kehilangan kreativitasnya. Banyak hal yang dia lakukan, tetapi lupa menanyakan untuk apa semua itu? Salah-salah diri dan hidupnya pun tidak jelas untuk apa? Sayang.

Orang yang bermental sibuk sudah mendapat bakat, ketekunan dan daya tahan untuk bekerja. Tinggal mereka banting stir mengubah arahnya. Demikian mereka tetap sibuk tetapi mengetahui batas-batasnya serta mampu meletakkan seluruh kesibukan itu dalam kerangka hidup yang lebih luas serta lebih sehat.

Tidak cukuplah bekerja asal bekerja. Tidak cukuplah hidup asal hidup. Manusia mesti bekerja untuk sesuatu. Manusia mesti hidup untuk sesuatu yang mengatasi kehidupan ini.

Category: Notes  Leave a Comment